
Sebelum membeli dari bisnis yang belum pernah mereka kenal, kebanyakan orang mencari satu hal: bukti bahwa orang lain sudah mencoba dan puas. Fenomena ini disebut social proof, dan website adalah tempat paling efektif untuk menampilkannya.
Ketika seseorang ragu mengambil keputusan, mereka cenderung melihat apa yang dilakukan orang lain sebagai panduan. Testimoni dari pelanggan lain terasa lebih meyakinkan dibanding klaim apa pun yang ditulis bisnis tentang dirinya sendiri, karena datang dari pihak yang tidak punya kepentingan untuk melebih-lebihkan.
Tidak semua bentuk social proof punya dampak yang sama. Berikut yang paling sering terbukti efektif meningkatkan konversi:
Kesalahan umum adalah menaruh semua testimoni di satu halaman terpisah yang jarang dikunjungi. Social proof paling efektif ketika muncul tepat di momen calon pelanggan sedang mempertimbangkan keputusan, misalnya di dekat tombol harga atau formulir kontak.
Testimoni yang terlalu sempurna atau menggunakan foto stok yang jelas bukan orang asli justru merusak kepercayaan alih-alih membangunnya. Lebih baik punya sedikit testimoni yang jujur dan spesifik daripada banyak testimoni generik yang terkesan dibuat-buat.
Penutup
Mengumpulkan social proof butuh usaha, biasanya dengan secara aktif meminta feedback dari klien yang puas. Tapi begitu terkumpul dan ditempatkan dengan tepat, dampaknya terhadap tingkat konversi website sering lebih besar dibanding perubahan desain apa pun.
Selesai dibaca
Digital Marketing · Tim DevSecOra
Setelah baca artikel di atas, saatnya action. Kami siap bantu wujudkan website impian Anda.